Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar

AGRIBISNIS PERIKANAN

Mencermati Usaha Budidaya Ikan

Wiwin Junaidah, 08 - Januari - 2022 527

Prospek Usaha Budidaya Ikan Memanfaatkan Peluang Komoditas ikan budidaya Produk bernilai lebih Lahan Sumber air Tenaga kerja Kondisi pasar Pembudidaya ikan Pedagang ikan Penyedia sarana budidaya Lembaga keuangan Teknologi budidaya perikanan budidaya ikan


blogs-images

Usaha perikanan budi daya diharapkan mampu memenuhi permintaan perikanan yang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi manusia di dunia. Sebagai contoh, konsumsi ikan per kapita di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, konsumsi ikan pada tahun 2010 mencapai 30,46 kg/kapita/tahun, tahun 2011 mencapai 32,25 kg/kapita/ tahun, dan tahun 2012 mencapai 33,89 kg/kapita/tahun.

Daftar Isi:

  1. Prospek Usaha Budi Daya Ikan
  2. Memanfaatkan Peluang

Proyeksi permintaan dan penawaran hasil perikanan yang dilakukan FAO (Food and Agriculture Organization) adalah permintaan masih melampaui potensi suplai. Total defisit per tahun untuk semua jenis ikan diperkirakan sekitar 9,4 juta ton (2010) dan 10,9 juta ton (2015).

A. Prospek Usaha Budi Daya Ikan

Jenis ikan untuk budidaya yang dilakukan, baik ikan tawar maupun ikan laut, merupakan ikan yang sudah cukup dikenal dan digemari sebagian masyarakat. Dengan demikian, ikan tersebut relatif dibutuhkan dan laku di pasaran. Bagi masyarakat pembudi daya, selain dikonsumsi keluarga, ikan dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan atau sebagai mata pencaharian dengan cara menjualnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Beberapa pertimbangan mengenai prospek budi daya ikan adalah sebagai berikut.

  • Produk ikan merupakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang harganya dapat dijangkau semua kalangan masyarakat. Konsumsi ikan pada tahun 2014 diperkirakan bisa mencapai 40 kg/kapita/tahun, sebagaimana ditargetkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pada tingkat konsumsi 40 kg/kapita, kebutuhan ikan untuk pasar domestik dapat mencapai angka 6 juta ton/tahun.
  • Produksi dari hasil tangkapan dapat berkurang sehingga diperlukan suplai ikan untuk memenuhi jumlah kebutuhan dari berbagai jenis komoditas ikan. Usaha kegiatan budidaya ikan merupakan salah satu upaya untuk membantu meningkatkan kebutuhan ikan. 
  • Potensi lahan produksi yang masih cukup luas dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Lahan yang relatif terbatas tersebut dapat digunakan untuk membuka usaha budi daya perikanan. Dengan demikian, penghasilan dapat bertambah.
  • Semakin berkembangnya bisnis pascapanen dari produk ikan olahan. Olahan pascapanen produk perikanan, baik dari ikan air tawar maupun ikan air laut sangat beragam.

bandeng

source : pexels.com

B. Memanfaatkan Peluang

Dengan melihat prospek usaha budi daya ikan, tentu akan memunculkan peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemanfaatan peluang.

1) Komoditas ikan budi daya. Memanfaatkan ikan yang digemari, mudah laku dengan harga yang baik di pasaran, dan memiliki nilai ekspor yang tinggi, tentu akan meningkatkan keuntungan di semua lini rantai pemasaran.

2) Produk bernilai lebih. Artinya, ikan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah (value added product) sehingga menjadi produk yang mempermudah konsumen (user friendly product), seperti nugget, tempura, dan makanan berbahan dasar roti (breaded).

3) Lahan. Lahan minimal dapat dimanfaatkan untuk menjadi lahan produktif semaksimal mungkin. Lahan dapat dimanfaatkan dalam usaha budi daya ikan, asalkan secara teknis masih dapat untuk menampung air sebagai media budi dayanya.

4) Sumber air. Keberadaan sumber air sering kali belum dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya ikan.

5) Tenaga kerja. Tenaga kerja dalam budi daya dapat dilakukan dengan mempekerjakan keluarga sendiri atau tetangga dekat apabila usaha dapat memberikan penghasilan yang layak.

6) Kondisi pasar. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan peluang pasar produk ikan selalu terbuka.

  • Kebutuhan ikan meningkat pada hari-hari besar dan hari libur tertentu, misalnya, hari natal, tahun baru, dan musim liburan sekolah.
  • Kekuatan pasar di wilayah masing-masing daerah. Di daerah yang masyarakatnya gemar mengonsumsi ikan tentu membutuhkan suplai ikan cukup besar. Misalnya, di kota-kota besar masyarakatnya rata-rata lebih suka mengonsumsi ikan.
  • Kondisi musim (angin kencang atau gelombang besar) yang mengakibatkan nelayan tidak dapat melaut sehingga ikan hasil tangkapan menurun. Sebagai penggantinya, kebutuhan beralih pada ikan budi daya.
  • Terjadi penyakit endemik pada produk penghasil protein hewani lain, seperti unggas (flu burung) dan sapi (sapi gila, antraks) yang akan meningkatkan kebutuhan ikan.

Untuk meningkatkan wawasan dan jaringan pemasaran, pembudidaya ikan sebaiknya menjalin kerja sama antarpembudidaya, pedagang, pengusaha, atau lembaga lainnya. Tujuannya, untuk mendapatkan informasi, kebutuhan pemenuhan produk, maupun mencari pangsa pasar.

Kerja sama dapat dituangkan dalam bentuk hubungan timbal balik dua belah pihak atau lebih, bahkan dapat membentuk semacam kelompok, paguyuban, ataupun asosiasi. Berikut beberapa unsur penggerak usaha budi daya ikan yang dapat saling bekerja sama.

1) Pembudidaya ikan adalah semua pembudidaya ikan, baik tingkat pembenihan hingga pembesaran dari berbagai skala usaha. Pembudidaya besar biasanya memiliki kolam luas dengan teknologi budi daya modern, sedangkan pembudidaya kecil dengan usaha skala rumah tangga.

2) Pedagang ikan adalah semua kegiatan memasarkan hasil dari kegiatan budi daya ikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk pengumpul, pengepul, penghubung, dan pengecer.

3) Penyedia sarana budidaya adalah pedagang yang menyediakan kebutuhan untuk menunjang kegiatan usaha budi daya. Misalnya, pedagang pakan ikan yang sangat dibutuhkan untuk usaha budidaya ikan.

4) Lembaga keuangan. Lembaga ini sangat diperlukan karena tidak semua pembudidaya memiliki dana pribadi. Tujuannya agar pembudidaya dapat memanfaatkan dana dari lembaga keuangan, seperti perbankan atau nonperbankan.

Jalinan kerja sama yang dapat dilakukan, di antaranya untuk mendapatkan hal-hal sebagai berikut.

  • Teknologi budidaya seperti teknik pemijahan, pembenihan, dan pembesaran. Cara tersebut untuk mempercepat dan mempermudah budi daya ikan yang aman.
  • Informasi pasar. Jenis informasi yang sangat diperlukan bagi usaha budi daya baik mengenai jenis produk/ikan yang mudah dipasarkan dan mempunyai nilai jual yang baik. Volume kebutuhan pasar, pasar tujuan, cara pemasaran, sistem pembayaran, dan pembeli.
  • Sumber modal usaha. Kerja sama berguna untuk membantu memberikan informasi dan mencarikan kemudahan untuk mendapatkan modal atau bantuan usaha.
  • Teknik transportasi. Cara pengangkutan ikan yang baik dan praktis tersebut dapat menekan angka kematian, kerusakan, dan biaya tranportasi.
  • Sarana budidaya. Kerja sama dapat membantu dalam kemudahan mencarikan atau mengadakan sarana budi daya, seperti bahan terpal untuk kolam, pupuk, kapur, dan obat-obatan ikan.

 

*) Sumber :


Cahyo Saparinto, Penebar Swadaya, Jakarta 2013.

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.