Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar

AGRIBISNIS PERIKANAN

Usaha Pembenihan Dan Pembesaran Ikan Mas

Wiwin Junaidah, 19 - Februari - 2022 581

pembenihan pembesaran ikan jenis-jenis ikan mas waktu pembenihan analisis usaha pembenihan budidaya ikan mas wadah pembenihan pendederan di kolam tanah


blogs-images

Sebagal ikan yang sudah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat ikan mas masih memiliki prospek untuk diusahakan. Selain usaha pembesaran, usaha pembenihan pun masih terbuka lebar.

Daftar Isi :

Permintaan ikan mas ternyata cukup tinggi. Sebagai gambaran kebutuhan ikan mas untuk wilayah Sawangan, Parung, Depok dan Ciputat sekitar 15-18 ton/hari. Namun jumlah kebutuhan ini sulit terpenuhi karena kebutuhan tersebut baru mampu terpenuhi sekitar 50-80%.

ikan mas juga termasuk jenis ikan yang relatif mudah dalam pemeliharaannya, selain sudah dikenal luas. Ikan mas dapat hidup di daerah dengan ketinggian 150-1.000 m, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat hidup di perairan payau dengan kadar garam 25 ppm. Kondisi suhu air ideal rata-rata 20—30° C dengan pH 7-8. Bahkan, ikan mas dapat dipacu pertumbuhannya jika dipelihara di kolam air deras (kecepatan air 30—50 cm/detik). Secara umum ikan mas sudah dapat dipanen dengan ukuran 5-6 ekor/kg dalam waktu 3-4 bulan pemeliharaan. Namun, saat ini ikan mas sudah dapat dipanen setelah dipelihara selama 25 bulan setelah ditebar.

Ada banyak jenis ikan mas yang dapat dibudidayakan, di antaranya jenis tombro (berwarna hijau), punten (warna hijau biru dan punggung lebih tinggi), mas (berwarna kuning), si nyonya (berwarna jingga), dan majalaya (berpunggung tinggi dan cepat tumbuh).

A. Usaha Pembenihan

Usaha pembenihan ikan mas relatif mudah dilakukan dibandingkan dengan usaha pembenihan gurami atau patin. Alasannya karena ikan mas dapat memijah secara alami, meskipun dapat juga dipijahkan secara buatan.

Ikan mas akan memijah setelah berumur 1,5 tahun dengan cara menempelkan telurnya pada tumbuhan air yang tenggelama atau rumput.

(gambar) Induk ikan mas. Dalam usaha pembenihan, penentuan induk berkualitas menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan usaha

Jumlah telur yang dihasilkan antara 80.000 135.000 butir. Pemijahan ikan mas dapat dilakukan secara alami atau menggunakan hormon (hipofisa). Perbandingan bobot atau jumlah antara induk jantan dan betina 1:1. Agar sukses dalam usaha pembenihan ikan mas, beberapa faktor yang harus dipahami sebagai berikut.

pemberian pakan

source : istockphoto.com

1. Wadah pembenihan yang cocok

Pemijahan ikan mas dapat dilakukan dalam kolam, baik di dalam maupun di luar rumah. Wadah yang digunakan untuk pemijahan sebaiknya berupa kolam tanah atau kolam tembok. Induk ikan mas lebih tertarik pada suasana bau ampo (tanah kering yang tersiram air) pada waktu akan terjadi pemijahan. Telur ikan mas akan menempel pada kakaban yang sengaja dimasukkan ke dalam kolam.

Pemijahan dengan kolam lebih menghemat dan biaya, tetapi telur larva yang dihasilkan bisa lebih sedikit. Jika menggunakan hapa, biayanya lebih tinggi. Selain itu, telur dan larva yang dihasilkan bisa lebih banyak. Pemijahan dapat juga dilakukan dengan pembuatan kolam-kolam kecil seluas 2 mx 3 m atau 2 m x 4 m dengan kedalaman air minimal 1 m.

Adapun wadah penetasan telur dapat menggunakan kolam tanah atau tembok, kolam yang disekat atau dipasangi hapa, atau menggunakan akuarium atau bak fiberglass atau plastik.

tabel Kelebihan dan Kekurangan Wadah Penetasan

Kiat sukses pembenihan

Pisahkan induk jantan dan betina sebelum dilakukan pemijahan. Jika terjadi pemijahan dini, hasil pemijahannya tidak optimal.

Hindari memijahkan ikan dalam satu keturunan karena dapat memperlemah keturunan dan kualitas benih rendah.

Lakukan pendederan di kolam tanah. Tujuannya agar benih lebih cepat besar dan mutunya lebih baik. Namun, sering kali tingkat kematiannya lebih tinggi. Berikan pakan alami pada tingkat larva agar kualitas benih lebih baik.

2. Analisis usaha pembenihan

Asumsi dari faktor produksi adalah sebagai berikut.

  1. Luas lahan minimal sebaiknya 100 m2 dan menggunakan kolam tembok. Terdiri dari kolam perawatan induk 30 m2 kolam pemijahan 20 m2, dan kolam pendederan 50 m2
  2. Wadah pembenihan berupa kain hapa (jaring nilon bermata kecil) yang ditempatkan di dalam kolam pemijahan minimal berukuran 3 mx 2 mx 1 m dengan kedalaman air minimal 30 cm. Kolam pemijahan dan pembenihan di dalamnya dipasangi hapa. Jadi, kolam pemijahan ada tiga hapa, sedangkan kolam pendederan ada delapan hapa
  3. Pengadaan induk 15 pasang.
  4. Prasarana lain yang dibutuhkan, yaitu kakaban, termometer, pH meter, dan pompa air.
  5. Pakan induk berupa pelet kandungan protein 28—30% dengan porsi 2-3% berat ikan dan frekuensi pemberian tiga kali sehari.
  6. Pakan larva berupa suspensi kuning telur selama lima hari. Satu butir telur dapat memenuhi pakan 100.000 larva. Jika mungkin, larva dapat diberikan pakan Artemia sp. dan Tubifek sp g.
  7. Pakan benih umur 5-7 hari berupa tepung h. Pupuk
  8. pelet. untuk kolam perawatan induk dan dengan
  9. kolam penetasan kotoran ayam sebanyak 200 g/m2, kapur sebanyak 150 g/m2, dan obat-obatan. i. Tenaga kerja satu
  10. orang (bisa dari keluarga sendiri). Untuk pengolahan lahan dibutuhkan tenaga borongan lepas yang sebanyak 2-3 orang. j. Jumlah induk
  11. jantan sebanyak 30 ekor dan induk betina 15 ekor. Rasio ideal adalah 2 jantan : 1 betina (karena induk betina lebih besar) atau induk jantan dan betina sama beratnya.

Sumber


*) Dikutip dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.