Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar

PKN KELAS 6

Pancasila Sebagai Dasar Negara

Aristo Bharata, 14 - Februari - 2020 1373

pancasila Antonio d’Abreau VOC Asia Timur Raya rempah sumpah pemuda Indisje Partij tri koro darmo sarikat islam indonesia raya pancasila sebagai dasar negara Pederitaan Bangsa Indonesia Akibat Penjajahan Pergerakan Nasional Indonesia Pkn kelas 6


blogs-images

Daftar Isi :

A. Usaha Meraih Kemerdekaan

1. Pederitaan Bangsa Indonesia Akibat Penjajahan

Nusantaras adalah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah ini sangat dibutuhkan bangsa Eropa sebagai bahan untuk membuat minuman dan obat-obatan

Selama ini bangsa eropa memperoleh memperoleh rempah-rempah dari para pedagang. Untuk mendapatkan rempah-rempah yang murah, mereka datang langsung ke Nusantara untuk membelinya. Dari niat awalnya berdagang, kemudian menjajah karena melihat kekayaan daerah-daerah nusantara.

Rakyat di nusantara hidup menderita semenjak kedatangan bangsa-bangsa eropa.kaum penjajah mengambil kekayaan alam dan juga mengeksploitasi masyarakat.

Portugis datang ke maluku dibawah pimpinan Antonio d’Abreau pada 1512. Mereka datang pada saat terjadi konflik antara Kerajaan Ternate dan Tidore. Dengan memfaatkan konflik itu, bangsa Portugis berhasil menancapkan kekuasaannya.Tidak hanya memonopoli perdagangan rempah-rempah, Portugis juga sukses mendirikan benteng di Ternate.

Belanda datang menyusul jejak Portugis. Dipimpin Cornelis de Houtman, empat kapal dagang Belanda mendarat di Banten pada tahun 1596. Kedatangan de Houtman menjadi awal petaka bagi bangsa Indonesia. Oleh karena kedatangannya diikuti kapal-kapal Belanda yang lain dan menguasai wilayah-wilayah di Nusantara.

Cengkeh MalukuCengkeh maluku

Pada tanggal 20 Maret 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang, Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di Batavia. Harta kekayaan yang ada di bumi nusantara di keruk melalui VOC. Belanda menjajah hampir seluruh seluruh wilayah nusantara. Rakyat Indonesia dikenai pajak tinggi dandisuruh kerja rodi demi kepentingan Belanda. Belanda menggunakan sistem monopoli, hasil kebun rakyat dihargai murah dan hanya boleh dijual kepada Belanda. Bangsa Indonesia hidup dalam keadaan menderita.

Pada tahun 1939 – 1945 terjadi perang dunia ke II. Di Eropa bangsa Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler berniat ingin menguasai Eropa. Di Asia bangsa Jepang ingin menguasai Asia dengan mngobarkan perang Asia Timur Raya. Jepang masuk ke Indonesia melalui pulau Tarakan di Kalimantan Timur tanggal 11 Januari 1942. Jepang berhasil mengusir Belanda di Indonesia.

Di Indonesia, Jepang merampas hasil bumi dan minyak mentah untuk kebutuhan prajuritnya. Hasil perkebunan rakyat, seperti the, kopi, dan karet, dikuasainya. Rakyat hanya diperbolehkan menguasai 40% hasil pertaniannya,sedangkan yang 60% harus disetorkan kepada Jepang. Di bawah para penjajah asing, bangsa Indonesia mengalami berbagai penderitaan.

2. Pergerakan Nasional Indonesia

a. Latar Belakang Pergerakan Nasional
Penjajah mendatangkan kesengsaraan bagi rakyat, sehingga menimbulkan perlawanan di berbagai daerah. Para tokoh muncul di berbagai daerah, seperti Pangeran Diponegoro (Yogyakarta), Teuku Umar (Aceh), Tuanku Imam Bonjol (Minangkabau), Pattimura (Maluku), dan Hasanudin (Makassar).

Perlawanan itu dapat dipatahkan oleh Belanda karena bersifat kedaerahan dan sendiri-sendiri. Mereka belum bersatu, disamping itu Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera).

Budi Utomo

Organisasi Budi Utomo

Kegagalan perlawanan di berbagai daerah menyadarkan berbagai kalangan, terutama kaum muda terpelajar. Mereka harus berubah. Awal abad ke-20 dianggap sebagai masa dimulainya perlawanan itu. Lahirnya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 menjadi tonggak perubahan perlawanan. Dari yang bersifat kedaerahan menjadi nasional dan dari bersenjata beralih ke organisasi. Budi Utomo didirikan oleh dr. Soetomo, dr. Wahidin Soedirohusodo, dan dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Sejak kemunculan Budi Utomo, berbagai organisasi pergerakan muncul dan tumbuh secara pesat. Faktor penyebab pergerakan nasional di Indonesia tumbuh pesat, terdiri dari faktor internal dan eksternal.
1) Faktor Internal (Dalam Negeri)
Penderitaan rakyat merupakan faktor internal yang menyebabkan terjadinya pergeraan nasional Indonesia. Disamping itu, pergerakan nasional terjadi akbiat munculnya kaum terpelajar pada awal abad ke-20. Kaum terpelajar muncul karena politik etis Belanda, yaitu mendirikan sekolah untuk kaum bumiputera.

Para kaum terpelajar prihatin dengan nasih bangsanya yang ditindas oleh kaum penjajah. Oleh karena itu, mereka bersatu mengusir penjajah dari bumi nusantar.

2) Faktor Eksternal (Luar Negeri)
Perang antara Jepang dan Rusia pada perang 1904 – 1905 dimenangkan oleh Jepang. Selama ini bangsa Eropa dianggap lebih perkasa daripada bangsa Asia. Kemenangan Jepang ini menimbulkan rasa percaya diri para tokoh pergerakan untuk melawan Belanda. Disampng itu, di beberapa negara juga terjadi pergerakan seperti India, Filipina, China, Turki, dan Mesir.

b. Beberapa Organisasi Pergerakan Nasional
Organisasi pergerakan nasional yang muncul setelah Budi Utomo amat beragam. Kemunculan organisasi – organisasi itu biasanya dilatarbelakangi oleh faktor keagamaan,kebangsaan, atau kedaerahan. Organisasi – organisasi pergerakan nasional tersebut antara lain sebagai berikut.
1) Sarikat Islam
Sarikat Islam (SI) didirikan di Solo pada tahun 1911. SI merupakan penyempurnaan dari organisasi Sarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan H. Samanhudi. Tokoh – tokoh SI antara lain H.O.S. Tjokroaminoto, H. Agus Salim, Abdul Muis, dan Suryopranoto.

2) Tri Koro Darmo
Tri Koro Darmo didirikan oleh para pelajar dan mahasiswa kedokteran pada tahun 1915. Tri Koro Darmo bermakna tiga tujuan yang mulia.Tokoh – tokoh Tri Koro Darmo antara lain adalah Satiman Wiryosanjoyo, Sunardi, dan Kadarman. Tri Koro Darmo kemudian berubah menjadi Jong Java.

3) Indisje Partij
Indisje Partij didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912. Indisje Partij didirikan oleh tiga tokoh yang disebut Tiga Serangkai. Ketiga tokoh tersebut ialah Douwe Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Soewardi Serjaningrat.

3. Sumpah Pemuda

Tumbuhnya organisasi pergerakan nasional ternyata tidak membuat para pemuda puas dan gembira. Hal ini disebabkan organisasi – organisasi itu berpikir dalam kerangka suku bangsa, daerah, dan agama. Tidak banyak organisasi pergerakan berpikir tentang bansa Indonesia dalam sebuah ikatan.

Oleh karena itu, beberapa organisasi pergerakan bersepakat untuk menyelenggarakan kongres pemuda. Organisasi tersebut antara lain Tri Koro Darmo, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Celebes, dan Sekar Rukun. Kongres itu dilakukan untuk menyatukan organsasi – organisasi kepemudaan yang ada.

a. Kongres Pemuda I
Kongres Pemuda I berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926, Kongres pertama ini dihadiri oleh Jong Java, Sekar Rukun, dan Jong Celebes.

Kongres Pemuda I diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut.
1) Menyatukan berbagai perkumpulan pemuda yang ada
2) Memajukan paham persatuan Indonesia
3) Mempererat hubungan antar perkumpulan pemuda.
Kongres Pemuda I berhasil menerima cita – cita persatuan Indonesia. Para pemuda kemudian mendirikan Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) pada bulan September 1926.


b. Kongres Pemuda II
Kongres Pemuda II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Gagasan penyelenggaraan kongres ini berasal dari PPPI. Para peserta Kongres Pemuda II berasal dari Jong Sumateranen Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, dan Jong Islamieten Bond.
Kongres Pemuda II menghasilkan keputusan penting seperti berikut.
1) Ikrar Sumpah Pemuda.
2) Lagu “Indonesia Raya” karya W.R. Supratman ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
3) Bendera Merah Putih ditetapkan sebaga bendera pusaka.
4) Semua organisasi pergerakan dilebur menjadi “Indonesia Muda”.

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.