Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar

AL QURAN DAN HADIS KELAS XII

Kewajiban Berdakwah

ELY ZULAIKHA, 16 - Nopember - 2020 3921

Berdakwah dakwah dakwahnya didakwahi Al-Quran dan Hadis Qurdis Q.S An-Nahl : 125 Hadis tentang nilai pahala bagi orang yang berdakwah Al Quran dan Hadis Hukum dan Metode Dakwah


blogs-images

Setiap orang Islam pasti pernah berdakwah. Karena pengertian dakwah tidak harus berceramah seperti ustad. Lalu seperti apa dakwahnya? Mari kita belajar bersama tentang berdakwah.

Daftar Isi :

Apakah kamu bernah berdakwah? Tentu saja pernah. Mengajak teman ataupun sanak saudara untuk melakukan kebaikan. Contohnya mengajak salat berjama’ah ke masjid, mengaji, membersihkan kelas, dan lain-lain. Itulah yang dimaksud dakwah. Dakwah tidaklah harus berdiri di podium di hadapan orang banyak, seperti kiai atau ustad yang menyampaikan pesan-pesan agama. Dakwah bisa disampaikan dengan ucapan, tulisan, ataupun gambar dalam bentuk film, puisi, lagu, dan lain-lain.

Baca Juga : Sifat-sifat Mustahil dan Ja'is Allah

Orang yang berdakwah disebut dengan da’I i(laki-laki) atau da’iah (perempuan). Istilah lain dari dakwah akalah tablig yang artinya menyampaikan (kebenaran) atau orang-orang yang melakukannya disebut mubalig atau mubalighah.

hukum dan metode dakwah

Hukum dan Metode Dakwah

Q.S An-Nahl : 125

 

ُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ‌ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُ‌ؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ‌ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ‏

Artinya : 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl: 125)

Surah An-Nahl ayat 125 menunjukkan bagi setiap orang Islam untuk berdakwah. Maksudnya dakwah disini yaitu dakwah untuk agama Allah sebagai jalan menuju ridha-Nya. Kegiatan dakwah bukan kegiatan yang ringan, harus punya keberanian dan strategi untuk melakukannya. Mengajak orang menuju kebaikan tidaklah ringan, da’I harus bisa mengemas dakwahnya agar orang-orang tertarik mengikuti

ajakannya. Seorang da’I harus mengetahui kondisi orang-orang yang ingin didakwahinya. Baik itu dari pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya serta memilih metode dakwah yang tepat agar memiliki daya keberhasilan yang lebih tinggi.

Baca juga : Kewajiban Berdakwah

Secara garis besar, surah An-Nahl ayat 125 menjelaskan tentang metode dakwah yang baik, yaitu dengan cara bijaksana, memberi pengajaran yang baik, dan diskusi yang sehat. Hikmah (bijaksana) artinya harus didasari dengan ilmu pengetahuan yang bisa menunjukkan hal-hal yang membawa manfaat untuk kehidupan manusia sesuai dengan ajaran Islam. Pengajaran yang baik artinya tidak menggunakan cara paksaan ataupun kekerasan, tetapi dengan pendekatan yang lembut dan mengesankan hati agar diterima dengan penuh kesadaran. Agama Islam adalah agama “rahmatan lil’alamin” atau membawa kasih sayang untuk alam semesta. Sehingga da’I harus menyampaikan dakwahnya dengan mencerminkan karakter dan misi agama. Mujadalah (diskusi) yang baik artinya berdebat yang bisa menghindarkan akibat-akibat negatif, seperti kesombongan, tinggi hati dan sebagainya. Harus menghindari suasana yang bersitegang dan tidak kondusif, sebaliknya bisa ciptakan suasana yang nyaman dan santai, sehingga perdebatan untuk mencari kebenaran bisa tercapai dengan hati yang sejuk dan puas. 

Pada Surah An-Nahl ayat 125 juga dijelaskan bahwa Allahlah yang Maha mengetahui orang-orang yang tersesat dan orang-orang yang mendapat petunjuk. Ini menjadi landasan berdakwah, tidak membenarkan memaksakan kehendak kepada objek yang didakwahi. Sebab mereka belum tentu termasuk orang yang mendapat petunjuk Allah SWT. Namun demikian, kita harus tekun mengusahakan agar tujuan dakwah kita dapat tercapai dengan baik.

Hadis tentang nilai pahala bagi orang yang berdakwah

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا ) رواه ابودود

Artinya : 

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengajak menuju kepada petunjuk (Allah), baginya memperoleh bagian pahala seperti pahala orang yang mengikuti dakwahnya itu tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan siapa yang mengajak ke jalan kesesatan baginya memperoleh bagian dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya tidak dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa orang yang mengikuti ajakan sesatnya itu.” (H.R. Abu Daud)

Hadis ini menerangkan bahwa bahwa orang-orang yang berdakwah akan mendapatkan pahala dari Allah sesuai dengan pahala orang-orang yang melaksanakan ajakannya. Orang yang mengikuti ajakan, pahalanya tidak akan terkurangi olehnya. Namun orang yang mengajak kebaikan pahalanya akan berlimpah ganda.

Sebaliknya, orang yang mengajak kepada jalan kesesatan akan mendapat dosa yang setimpal dengan orang yang melakukan kejahatan. Mereka akan mendapat dosa yang sama besarnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka. Artinya, orang yang mengajak jalan kesesatan jika ikut berbuat kesesatan maka dosanya akan menjadi dua kali lipat.

Kita lanjut ke pembahasan selanjutnya tentang Kewajiban Berdakwah

 

Sumber :


1 A. Mustofa Hadna, Ayo Mengkaji Al-Qur-an dan Hadis untuk Madrasah Aliyah Kelas Xll, (Jakarta:Penerbit Erlangga,2010) Hal. 

2 A. Mustofa Hadna, Ayo Mengkaji Al-Qur-an dan Hadis untuk Madrasah Aliyah Kelas Xll, (Jakarta:Penerbit Erlangga,2010) Hal. 

 

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.