Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar

TEMA 2 KELAS 4

Kenampakan Alam Indonesia

ELY ZULAIKHA, 24 - Agustus - 2023 1187

kelampakan alam dataran rendah dataran tinggi pantai gunung rawa tanjung delta selat sungai lembah laut


blogs-images

Dimana kalian tinggal? Bagaimana keadaan daerah tempat tinggal kalian? Membicarakan tempat tinggal tentu kalian tinggal di tempat dan daerah yang berbeda-beda serta kenampakan alamnya yang berbeda juga. Apakah kalian tau apa itu kenampakan alam? Kenampakan alam adalah sesuatu yang berada di permukaan bumi baik di darat maupun laut dan terbentuk atas peristiwa alam. Nama lain kenampakan alam yaitu bentang alam. Terbentuk karena peristiwa alam seperti dataran tinggi, dataran rendah, Pantai, Sungai, danau dan rawa. Kenampakan alam setiap daerah berbeda-beda, sehingga memberikan dampak bagi kehidupan manusia seperti kebiasaan, adat istiadat dan sosial.

1. Dataran rendah

­­­Dataran rendah memiliki ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut. Daerah dataran rendah umumnya terdapat banyak aliran Sungai, dan keadaan udara yang panas. Wilayah ini paling banyak dihuni oleh masyarakat karena menjadi pusat kehidupan manusia. Beragam mata pencaharian manusia ada di dataran rendah seperti pertanian, industri dan perkantoran. Beberapa kota dan kabupaten yang terletak di dataran rendah antara lain, DKI Jakarta, kota Surabaya di provinsi Jawa Timur, kota Solo di provinsi Jawa Tengah dan kota Purwodadi di Kabupaten Grobogon provinsi Jawa Tengah.

Berikut contoh pemanfaatan dataran rendah:

  • Lahan pertanian. Seperti padi, jagung, timun, kacang panjang, mangga, dan lain-lain.
  • Lahan perkebunan. Seperti karet, tebu, dan kelapa sawit.
  • Lahan peternakan. Seperti ikan dan unggas.
  • Lahan perindustrian.
  • Lahan pemukiman dan perumahan penduduk.

2. Dataran tinggi

Dataran tinggi memiliki ketinggian 200-600 meter di atas permukaan laut. Suhu udaranya dingin dan sejuk, daerah ini biasanya dijadikan lahan perkebunan, pertanian, peternakan, wisata dan rekreasi. Dataran tinggi sangat cocok dijadikan lahan pertanian, perkebunan dan peternakan. Sehingga masyarakat penduduknya bermata pencaharian petani, peternak dan pemetik teh. Ada beberapa kota dan kabupaten di Indonesia yang terletak di dataran tinggi seperti, kota Sukabumi di provinsi Jawa Barat, kota Wonosobo di provinsi Jawa Tengah, kota Ungaran di kabupaten Semarang provinsi Jawa Tengah dan kabupaten Poso di provinsi Sulawesi Tengah.

Berikut contoh pemanfaatan dataran tinggi:

  • Lahan pertanian sayuran. Seperti wortel, kobis, brokoli, kentang, dan lain-lain.
  • Lahan perkebunan. Seperti kopi, teh, stroberi, cengkeh dan kina.
  • Lahan peternakan. Seperti sapi, kerbau, domba dan kuda.
  • Lahan pemukiman penduduk.
  • Tempat rekreasi. Seperti taman buah, agrowisata dan gardu pandang.

3. Pantai

Pantai adalah daerah perbatasan antara daratan dan perairan. Pantai memiliki dua jenis, yaitu Pantai yang landai dan Pantai yang curam. Pantai landai merupakan Pantai yang permukaannya datar. Sedangkan Pantai curam adalah Pantai yang berdinding curam, bukit-bukit ini terkikis oleh deburan ombak yang terus menerus. Beberapa pantai yang ada di Indonesia diantara pantai Indah Kapuk di Jakarta, pantai Losari di Makassar provinsi Sulawesi Selatan dan pantai Baron di Yogyakarta.

4. Gunung

Indonesia mempunyai banyak gunung yang menjulang tinggi, baik gunung berapi aktif dan tidak aktif. Gunung adalah bagian bumi yang menjulang tinggi dengan ketinggian puncaknya lebih dari 600 meter. Gunung dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gunung berapi (vulkanik) dan gunung tidak berapi (non vulkanik). gunung berapi yaitu gunung yang masih aktif atau dapat meletus sewaktu-waktu, sedangkan gunung yang tidak berapi yaitu gunung yang sudah mati atau tidak bisa meletus kembali. Gunung tersebut dapat dikenali dari aktivitas magma yang ada di gunung. Contoh gunung aktif yang ada di Indonesia antara lain Gunung Merapi, Gunung Bromo dan Gunung Kelud. Ketiga gunung tersebut berada di Pulau Jawa. Sedangkan gunung yang tidak aktif antara lain Gunung Prau, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

5. Pegunungan

Pegunungan adalah perbukitan yang bentuknya seperti pegunungan namun tidak terlalu tinggi dan bukan hanya satu bukit melainkan banyak bukit yang saling terhubung. Pegunungan sering dijadikan tempat wisata karena udaranya yang sejuk dan pemandangannya yang menarik atau indah. 

6. Rawa

Rawa merupakan perairan besar yang terjadi secara ilmiah terus menerus akibat drainase (saluran yang digunakan untuk menyalurkan massa air secara alami dan buatan seperti menguras atau sebagai irigasi sawah) yang terhambat. Contohnya Rawa Pening di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut bermata pencaharian petani padi, jagung, nelayan dan pengrajin enceng gondok.

Rawa pening juga digunakan untuk mengairi air tawar dan keramba ikan air tawar. Di rawa pening terdapat banyak tanaman enceng gondok, karena pertumbuhannya yang cepat menyebabkan rawa pening hampir tertutup oleh tanaman tersebut dan mengakibatkan sedimentasi. Sehingga Masyarakat menjadikan enceng gondok sebagai bahan utama pembuatan kerajinan tangan seperti tas dan anyaman.

Ciri-ciri alam beragam, seperti dataran tinggi, dataran rendah, pantai dan rawa mempunyai pengaruh penting terhadap kehidupan Masyarakat dari adat istiadat, kebiasaan, aspek sosial, ekonomi, budaya dan bahasa. Semua kenampakan alam juga memberi kelebihan dan kekurangan tergantung bagaimana kita menjaga dan melestarikan ciptaan Tuhan. Sebagai warga negara, kita mempunyai kewajiban untuk melindungi kenampakan alam di sekitar kita agar tetap asri dan lestari.

7. Tanjung

Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Tanjung bisa juga disebut ujung, sebuah tanjung yang luas bisa disebut semenanjung. Pada semenanjung daratan yang menjorok ke arah laut biasanya sangat panjang. Sedangkan tanjung, daratan yang menjorok ke laut tidak terlalu panjang.

8. Teluk

Berbeda dengan tanjung, teluk ini berada di seberang, yaitu laut menjorok ke daratan. Teluk ini sering digunakan sebagai Pelabuhan, seperti Pelabuhan Sunda Kelapa yang memanfaatkan teluk Jakarta.

9. Delta

Delta adalah daratan yang berada di Tengah Sungai, biasanya di muara Sungai. Tanah ini terbentuk dari pengendapan lumpur. Delta biasanya terdapat di daerah dekat muara, yaitu daerah pertemuan Sungai dan laut.

10. Selat

Selat adalah bagian laut sempit yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya. Selat ini berguna sebagai jalur pelayaran antar pulau. Ada selat buatan, selat buatan bisa disebut terusan atau kanal. Beberapa contoh selat antara lain Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, Selat Madura yang memghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura, Selat Makassar yang menghubungkan Pulau Sulawesi dan Pulau Maluku.

11. Sungai

Sungai adalah aliran air besar yang mengalir dari hulu (atas) ke hilir (bawah). Bagian hulu biasanya berasal dari aliran sungai pegunungan atau gunung, sedangkan bagian hilir biasanya berasal dari danau atau laut. Contoh sungai besar di Indonesia adalah Sungai Ciliwung, Sungai Bengawan Solo, Sungai Kapuas, Sungai Brantas.  

12. Lembah

Lembah adalah wilayah daratan yang rendah dan cekung dibanding dengan daerah disekitarnya, terdapat di kaki gunung, kiri, dan kanan Sungai. Masyarakat memanfaatkan Lembah untuk bercocok tanam karena daerah Lembah relatif subur.

13. Laut

Laut mempunyai bentuk alami berupa perairan yang sangat luas, bahkan melebihi luas daratan, dengan ciri utamanya adalah air asin. Laut seringkali digunakan sebagai sarana transportasi dan juga sebagai tempat para nelayan mencari ikan atau rumput laut. 

 

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.