Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar
PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Tipe Gaya Belajar Dan Berpikir Pada Siswa

Tsurayya Maknun, 02 - Desember - 2020 9876

tipe gaya belajar psikologi pendidikan tipe berpikir siswa siswa gaya belajar gaya berpikir impusive gaya berpikir reflective gaya belajar deep gaya belajar surface


blogs-images

Gaya belajar dan berpikir pada siswa bermacam-macam. Pada artikel ini membahas tentang gaya belajar dan berpikir impulsive/reflective dan deep/surface

Daftar Isi :

Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing siswa merupakan individu yang unik dengan keberagamannya. Ada banyak aspek yang bisa ditinjau dari karakteristik siswa yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa menjadi acuan atau pandangan bagi pendidik untuk bisa menyampaikan materi sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, dengan mengetahui gaya belajar dan berpikir, siswa juga bisa mengembangkan dan mengasah pengetahuan lebih dalam.  Salah satu karakteristik yang bisa diperhatikan adalah tipe gaya belajar dan berpikir pada siswa.

Gaya belajar dan berpikir adalah modalitas bagi setiap siswa untuk memproses informasi. Bisa juga diartikan sebagai  kombinasi dari bagaimana siswa menyerap, lalu mengatur hingga mengolah informasi. Tiap individu sebenarnya tidak hanya memiliki satu gaya belajar dan berpikir. Setiap dari kita punya beberapa gaya dan belajar dan berpikir. Ada banyak sekali teori mengenai gaya belajar dan berpikir. Dalam hal ini, akan dikerucutkan pada gaya belajar dan berpikir impulsive/reflective dan deep/surface.

Gaya berfikir

Gaya Berpikir Impulsive/Reflective

Gaya berpikir impulsive/reflective juga disebut sebagai tempo konsptual. Dalam hal ini, gaya berpikir impulsive/reflective mengarah pada kecenderungan siswa untuk bertindak secara cepat (impulsif) atau membutuhkan waktu lebih untuk merespon dan merefleksikan jawaban yang tepat. Seringkali siswa yang impulsive melakukan lebih banyak kesalahan dibandingkan siswa yang reflective. Selengkapnya mengenai impulsive/reflective sebagai berikut.

Impulsive

Gaya berpikir impulsive membuat siswa berpikir untuk memecahkan masalah dalam waktu yang cepat. Seringkali hal ini membuat siswa tersebut menunjukka respon yang kurang tepat atau salah. Meskipun gaya berpikir impulsive cenderung tidak diunggulkan dibanding reflective, tapi bisa juga gaya berpikir impulsive ini memiliki kelebihan. Saat situasi membutuhkan keputusan yang cepat, di situlah  gaya berpikir impulsive diperlukan, misal ketika debat atau lomba cepat tepat. Yang menjadi permasalahan adalah ketika respon atau jawaban dari siswa dengan gaya berpikir impulsive adalah salah. Jadi, perlu mengembangkan agar siswa bisa memberikan respon yang tepat dan cepat. 

Reflective 

Siswa dengan gaya berpikir reflective akan memberi jarak terlebih dahulu sebelum bertindak. Mereka akan berpikir mengenai respon atau tindakan apa yang akan dilakukan terhadap persoalan yang diberikan. Siswa dengan gaya berpikir reflective  biasanya lebih unggul dibandingkan siswa impulsive dalam hal mengerjakan tugas sebagai berikut, mengingat informasi yang terstruktur, membaca secara komprehensif, interpretasi teks, penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan.  Selain itu, siswa dengan gaya berpikir reflective lebih mampu untuk menetapkan tujuan belajarnya dan berkonsentrasi pada informasi yang relevan dibandingkan siswa dengan gaya belajar impulsive. Biasanya siswa dengan gaya berpikir reflective memiliki standar yang tinggi mengenai prestasi mereka. Siswa dengan gaya berpikir reflective akan cenderung mudah memilih hal yang menjadi fokusnya. 

Gaya Belajar Deep/Surface

Gaya belajar deep/surface adalah bagaimana siswa dalam pendekatannya mempelajari materi belajar. Dalam hal ini, gaya belajar deep/surface mengenai apakah siswa mempelajari hingga memahami makna dari materi belajar ataukah hanya mempelajari apa yang mereka butuhkan saja. Berikut penjelasan mengenai gaya belajar deep/surface.

Deep

Gaya belajar deep adalah pendekatan materi belajar dengan memahami maknanya hingga mendalam. Siswa dengan gaya belajar deep dapat secara aktif mengkonstruksi atau membentuk pemahaman terhadap apa yang mereka pelajari. Pembelajar gaya deep juga mampu memberi makna pada materi belajar yang perlu mereka ingat. Siswa dengan gaya belajar deep juga lebih memiliki motivasi dari dalam diri sendiri perihal belajar. Pembelajar deep memiliki minat yang tinggi untuk mendalami materi belajar secara menyeluruh dan mendalam. Biasanya ketika belajar, mereka tidak hanya berpacu pada satu sumber belajar. 

Surface

Gaya belajar surface merupakan pendekatan materi belajar  yang hanya mempelajari apa yang menurutnya diperlukan saja. Biasanya, siswa dengan gaya belajar surface hanya mempelajari hal-hal mendasar saja. Siswa dengan gaya belajar surface cenderung gagal membentuk konstruksi pemahaman yang lebih luas dari suatu materi pembelajaran. Gaya belajar ini merupakan cara belajar yang pasif. Umumnya siswa dengan gaya belajar surface hanya  menghafal informasi-informasi terkait materi belajar. Siswa dengan gaya belajar biasanya hanya mempelajari materi belajar dari referensi yang terbatas bahkan hanya satu sumber. Misalnya hanya belajar dari slide presentasi guru atau dosen. Pembelajar gaya surface cenderung memiliki motivasi belajar dari luar dirinya (ekstrinsik) seperti nilai atau feedback positif dari guru. Itulah mengapa biasanya siswa dengan gaya belajar surface hanya belajar saat ada ujian.

 Itulah gaya belajar dan berpikir siswa dari segi impulsive/reflective dan deep/surface. Dengan mengetahui gaya belajar dan berpikir siswa, guru bisa membantu memfasilitasi dalam pembelajaran di kelas. Misalnya dengan memonitor siswa impulsive dan memberi kesempatan bagi mereka untuk berpikir sebelum menjawab. Saat sesi tanya jawab misalnya, ketika para siswa mengacungkan tangan, beri jeda sebelum menunjuk siswa. Jadi, ada waktu sebentar untuk berpikir. Sedangkan untuk siswa, mengetahui gaya belajar dan berpikir dapat berguna untuk mengembangkan pemahaman dan meningkatkan prestasi. Siswa bisa mendeteksi dirinya apakah dia memiliki gaya berpikir dan belajar tertentu. Dengan begitu, siswa bisa melatih cara berpikir yang lebih tepat dan gaya belajar yang memberi makna.

Sumber


*) Dikutip dari berbagai sumber

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.