Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar
INSPIRASI PENDIDIKAN

RA.Kartini Dan Perjuangannya Untuk Pendidikan Bagi Kaum Perempuan

Ukhti Febiana Mufridah, 04 - Nopember - 2020 1666

Inspirasi Pendidikan RA.Kartini emansipasi wanita pahlawan pendidikan habis gelap terbitlah terang pahlawan nasional perjuangan RA. Kartini kartini kaum perempuan kartini dan perempuan


blogs-images

Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. Kartini memperoleh pendidikan di ELS (Europes Lagere School). Karena Kartini adalah anak dari Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat, Bupati Jepara. Kartini terkenal dengan pemikirannya mengenai emansipasi wanita. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya diskriminasi yang dirasakan oleh kaum perempuan. RA Kartini meninggal pada 17 September 1904 di usia 25 tahun setelah beberapa hari melahirkan. Kartini dimakamkan di Desa Bulu Kabupaten Rembang. RA Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada 2 Mei 1964 oleh Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden No 108 Tahun 1964. Tidak hanya itu, tanggal lahir RA Kartini 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ini untuk menghormati jasa-jasanya dalam memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia.

Kartini merupakan sosok perempuan yang suka membaca hal-hal yang bisa menambah ilmu pengetahuannya. Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). 

Selain itu kartini juga membaca buku berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). 

Karena kesukaan membacanya, kartini mulai menulis untuk dimuat di De Hollandsche Lelie. Kartini terkenal dengan emansipasi wanita yang digaungkannya. Namun kartini tidak hanya fokus pada isu emansipasi wanita saja melainkan juga memperhatikan masalah-masalah sosial umum.

Kartini mempelopori emansipasi wanita di segala bidang. Karena menurutnya wanita harus juga turut berpartisipasi dan ikut serta berperan di segala bidang kehidupan yang sebelumnya lebih banyak didominasi laki-laki. Pendidikan termasuk salah satu hal yang diperhatikan oleh kartini agar wanita mendapatkan emansipasi wanita. Agar wanita bisa melakukan perannya dengan baik wanita perlu pendidikan.

Hal ini tercermin ketika kartini menulis surat kepada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 Oktober 1902. Isi surat yang ditulis oleh kartini :

 "Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.

Kartini sebenarnya memiliki niat untuk melanjutkan pendidikannya ke belanda karena sadar akan pentingnya pendidikan. Namun hal itu tidak terjadi karena kartini menikah dengan R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat.

Kartini membawa pemikiran-pemikiran agar perempuan dapat memiliki wawasan yang luas dan kesetaraan bagi kaum perempuan termaduk dalam hal mendapatkan pendidikan. Pada waktu itu kebanyakan kaum bangsawan lah yang mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Bahkan peran perempuan lebih banyak mengurusi rumah tangga dan nyaris tidak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kartini ingin mengubah pemikiran-pemikiran wanita agar memiliki pandangan yang lebih luas dan terbuka.

Kartini juga menulis buku habis gelap terbitlah terang. Buku tersebut merupakan kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini kepada kenalan-kenalannya. Seperti dikirimkan kepada Abendanon, Estelle H. Zeehandelaar, Ovink-Soer, dan kenalannya yang lain. Dalam bukunya tersebut terdapat kutipan yang menyiratkan kepeduliannya dengan dunia pendidikan yaitu “Bila dengan sebenarnya hendak memajukan peradaban, maka haruslah kecerdasan pikiran dan kecerdasan budi sama-sama dimajukan.”

Buku memperoleh respon positif dari masyarakat dan mendapat dukungan di Belanda. Bahkan dibentuk Yayasan Kartini pada tahun 1916. Yayasan itu kemudian mendirikan sekolah perempuan di beberapa daerah Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang hingga Cirebon.

Bagi kartini pendidikan merupakan hal yang memiliki peranan penting bagi kaum perempuan. Karena kaum perempuan akan menjadi sosok ibu untuk anak-anaknya. Pendidikan pertama seorang anak justru akan didapatkannya dari seorang ibu. Mulai dari belajar berbicara, berbahasa, berfikira dan berkata. Pendidikan yang pertama diperoleh anak justru merupakan pendidikan yang sangat penting bagi kehidupannya. Oleh karena itu sosok perempuan yang nantinya akan menjadi ibu, perlu memperoleh pendidikan keilmuan dan pendidikan karakter.

Seorang ibu memiliki peranan yang penting untuk mendidik anaknya, memiliki pola fikir dan pola asuh yang benar serta menerapkan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh keluarga. Ibu juga memiliki peran penting untuk membentuk karakter anaknya dari pola asuh yang dijalankannya.

Hal yang sudah diperjuangkan kartini di masa lalu kini dapat dinikmati oleh perempuan-perempuan di jaman sekarang. Saat ini perempuan dapat secara bebas mengakses pendidikan dan bahkan pemikiran masyarakat sudah terbuka mengenai pentingnya pendidikan untuk kaum perempuan. Saat ini perempuan memiliki kesetaraan hak yang juga dimiliki laki-laki. Perempuan di masa kini bisa bebas berkarya dan menyuarakan pendapatnya. Perempuan juga bebas memiliki karir dibidang apapun sama seperti laki-laki. Perempuan kini juga bisa memiliki peranan di lingkungan sosial bahkan politik.

R.A Kartini

Sumber


*) Dikutip dari berbagai sumber

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.