Belajar Dari Mana Saja di tamanpustaka.com

Mulai Belajar
TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Pendidikan Di Era Disruptif

Aristo Bharata, 14 - Februari - 2020 2038

disruptif disruptive inovasi industri 4.0 kurikulum asesmen tes model pembelajaran teknologi pendidikan pendidikan era disruptif


blogs-images

pendidikan diera disruptif

Disruptif,  ya  disruptif. Baru mengenal kata  disruptif ? dalam dunia bisnis, disruptif bukanlah kata yang baru. Disruptif paling sering didengar dan digunakan dalam dunia bisnis. Apa sebenarnya  arti kata disruptif dan apa hubungannya dengan dengan dunia pendidikan.

Dalam dunia bisnis, disruptif adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu dan merusak pasar yang sudah ada,  dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu dengan teknologi yang baru. Inovasi disruptif mengembangkan produk atau layanan dengan cara yang tak diduga di pasar. Inovasi disruptif menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan akan berdampak menurunkan harga pada pasar yang lama.

Clayton M. Christensen dan Joseph Bower yang mencetuskan istilah disruptive innovation pertama kali pada artikel “Disruptive Technologies Catching the Wave” di jurnal Harvard Business Review (1995). Kemudian Christensen memperkenalkan model Disruptif Inovasi (The Disruptif Innovation Model) pada bukunya yang berjudul “The Innovator’s Dilemma”. Sebagai contoh inovasi disruptif pada saat ini adalah portal berita online. Portal berita online disebut disruptif karena mengganggu dan merusak pasar media cetak. Dari sisi ekonomi, tentunya Portal Berita Online dapat diperoleh dengan cuma – cuma dibandingkan dengan media cetak yang membutuhkan biaya besar dalam mencetak, dan juga membutuhkan biaya dalam pendistribusiannya.

Contoh lainnya adalah proses perekrutan ASN, dapat kita ketahui bersama seluruh proses perekrutan ASN adalah menggunakan media online. Dimulai sejak proses pendaftaran, test seleksi menggunkan CAT (Computer Assisted Test) hingga penentuan kelulusan sudah menggunakan media online. Seluruh proses tersebut dapat disebut disruptif karena merusak dan mengganggu bisnis percetakan yang semula soal – soal test seleksi menggunakan kertas, saat ini sudah menggunakan komputer dan dampaknya dapat menekan biaya dalam proses pencetakan dan pendistribusianya. Contoh lain dari disruptif adalah beralihnya teknologi kamera film ke kamera digital, Kuda dan kereta api beralih ke kendaraan bermesin dengan bahan bakar fosil (Sepeda  Motor dan Mobil).

Seiring dengan  perkembangan jaman, dimana saat ini kita sudah berada di pintu gerbang revolusi industri 4.0 tentunya inovasi – inovasi disruptif akan sangat berpengaruh ke seluruh bidang termasuk pendidikan. Inovasi – inovasi disruptif akan berkembang dan berubah dengan cepat.

Untuk dapat bertahan dari gelombang inovasi disruptif yang datang silih berganti, para pendidik harusnya dapat mengembangkan kemampuannya dengan menambah wawasan tentang perkembangan teknologi kedepan secara rutin dan mandiri melalui beragam media. Dengan demikian para pendidik dapat memanfaatkan arus perkembangan inovasi disruptif yang berubah – ubah seperti seorang peselancar yang dapat memainkan papan selancarnya di atas ombak.

Pada era disruptif saat ini, kecerdasan seorang pelajar dapat mengalahkan seorang professor, pengetahuan seorang murid dapat mengalahkan gurunya. Bagaimana bisa terjadi ? sangat mudah terjadi. Kelas – kelas konvensional sudah mulai berganti ke kelas – kelas online, sumber – sumber belajar sudah sangat banyak di jumpai di internet, bahan – bahan praktik sangat mudah di dapatkan di e-commerce. Berkembangnya teknologi informasi memudahkan manusia belajar dimana saja dan kapan saja dan itulah disruptif. Bahkan pada masanya nanti seorang pendidik dengan kemampuan biasa – biasa saja akan digantikan oleh mesin.

Salah satu perguruan tinggi terkemuka yang menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh sejak awal berdirinya di Indonesia, mengembangkan dan mengaplikasikan sistem perkuliahan tanpa tatap muka yang dapat di jangkau dan dilakukan para mahasiswanya dari seluruh penjuru dunia. Dari sisi ekonomi sangat meringankan beban biaya yang akan di tanggung para dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi tersebut untuk melakukan perkuliahan. Perkuliahan yang dilakukan di perguruan tinggi tersebut sudah menggunakan media online. Seluruh kegiatan perkuliahan di kelas, pendistribusian tugas dan proyek serta laporan penilaian hasil perkuliahan sudah dilakukan secara online.

Bukan sebuah hal yang tidak mungkin tidak  akan terjadi  pada suatu saat nanti pembelajaran tanpa tatap muka akan merambah ke tingkat satuan pendidikan yang lebih rendah dari perguruan tinggi. Perubahan tersebut akan menggantikan sistem manajemen sekolah, kurikulum, asesmen, model pembelajaran, bahkan bangunan fisik sekolah dan mendisrupsi kebiasaan yang ada selama ini.

Sistem Manajemen Sekolah, dimulai dari sistem pendataan pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, peserta didik, absensi, hingga pelaporan hasil penilaian tercatat secara digital. Dapat diakses oleh siapa saja di lingkungan sekolah sesuai dengan previlieges masing – masing.

Kurikulum merupakan hal yang penting sebagai dasar pembelajaran di sekolah. Di zaman yang penuh kompleksitas dan ketidakpastian, kurikulum dirancang untuk dapat bertahan dan memiliki fleksibilitas dalam menghadapi inovasi disrupsi di era revolusi industri 4.0. Kurikulum yang diterapkan di sekolah diharapkan dapat membekali siswa dengan pendidikan karakter yang bisa beradaptasi dengan hal – hal baru yang tidak terduga, memiliki pemikiran antisipatif, kritis ,analitis, kreatif dalam memecahkan masalah, dan inovatif.

Asesmen atau tes dibuat dengan tujuan mengetahui kemampuan peserta didik. Asesmen yang baik adalah yang benar – benar bisa menunjukkan perkembangan dan kemampuan siswa dengan jujur sehingga peserta didik dapat memperbaiki diri dan meningkatkan minat belajar yang lebih baik.

Model pembelajaran digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran agar peserta didik dapat menyerap materi pelajaran dengan baik. Seorang guru harus dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik, sarana prasana, dan  materi pelajaran yang akan disampaikan. Dalam pembelajaran modern guru ibarat tokoh doraemon dalam film doraemon yang dapat memberikan apa saja dari kantung ajaibnya kepada nobita yang dapat diibaratkan sebagai murid. Guru diharapkan memiliki banyak sumber literasi untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan para peserta didik.

Cepat atau lambat dampak disruptif dalam dunia pendidikan akan kita jumpai bersama, inovasi – inovasi disruptif akan dengan mudah dapat kita lalui asal kita mau dengan secara rutin meningkatkan wawasan dan kemampuan, berkreasi, dan berinovasi. Karena perkembangan jaman tidak menunggu kita siap melainkan kita harus menyiapkan diri untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman yang melaju sangat cepat.

Ditulis oleh : Aristo Bharata,S.Pd.SD

*) dikutip dari berbagai sumber

Subscribe...

Masukkan e-mail untuk mendapatkan artikel terbaru

Atau follow kami di :

Tentang Taman Pustaka

Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan. pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.